Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat datang di Website Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru. Website ini sebagai sarana publikasi untuk memberikan Informasi dan gambaran Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru dalam melaksanakan pelayanan di sektor kecamatan.
INFO PEKANBARU
Untuk download file spanduk MTQ Ke-49, silahkan klik link dibawah ini! Terimakasih.
Download File .JPG dan untuk Download File .PSD





Visi & Misi Kecamatan Bukit Raya


1. VISI KECAMATAN BUKITRAYA
Sebagai Kecamatan yang turut mendukung visi Kota Pekanbaru yaitu 

"Terwujudnya Kota Pekanbaru sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa, Pendidikan serta Pusat Kebudayaan Melayu menuju Masyarakat Sejahtera yang Berlandaskan Iman dan Taqwa" sehingga visi Kecamatan Bukitraya yang akan mengkomunikasikan tugas pokoknya adalah :

Profesional Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan

Profesional adalah bagaimana Kecamatan Bukitraya dapat memiliki kemampuan yang lebih baik untuk merencanakan, mengkoordinasikan dan melaksanakan fungsinya secara efisien, fleksibel dan mempunyai etos kerja yang tinggi. Dalam hal penyelenggaraan pemerintahan, tentunya dikaitkan dengan tugas pokok dan fungsi Kecamatan Bukitraya yaitu dapat mewujudkan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan serta penyelenggaraan kewenangan pemerintah yang dilimpahkan oleh Walikota. secara profesional.

2. MISI KECAMATAN BUKITRAYA
Untuk meningkatkan visi tersebut di atas maka Kecamatan Bukitraya menerapkan misi sebagai berikut : 

  1. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat;
  2. Mewujudkan koordinasi yang efektif dengan satker terkait;
  3. Meningkatkan kualitas aparat kecamatan;
  4. Meningkatkan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan kelurahan;
  5. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Penjelasan masing – masing misi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat :
Peningkatan kualitas pelayanan merupakan salah satu wujud untuk meningkatkan pelayanan prima. Oleh karena itu kecamatan sebagai salah satu organisasi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat harus mampu memberikan suatu pelayanan prima. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat hendaknya dapat memberikan kepuasan dengan mengedepankan prinsip cepat, tepat, murah dan ramah.

Mewujudkan koordinasi yang efektif dengan satker terkait :
Sebagai sebuah organisasi yang menyelenggarakan pemerintahan di tingkat kecamatan, keberadaan kecamatan tidak bisa terlepas dari organisasi perangkat daerah yang lainnya. Kecamatan harus mampu mengembangkan suatu hubungan yang baik dengan menerapkan suatu komunikasi yang efektif dengan perangkat daerah yang lainnya agar penyelenggaraan tugas – tugas pemerintahan dapat berjalan dengan baik.

Meningkatkan kualitas aparat kecamatan :
Sebagai penggerak organisasi kecamatan, SDM pemerintah kecamatan menjadi sangat penting dan menjadi kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan organisasi kecamatan. Peningkatan kualitas aparat merupakan peningkatan kapasitas individu dalam mengemban tugas masing-masing dalam suatu organisasi sehingga diharapkan dengan ketersediaan SDM yang memadai maka tujuan organisaai akan tercapai.

Meningkatkan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan kelurahan :
Sesuai dengan tugas pokok yang dimiliki, bahwa kecamatan adalah selaku pembina dari penyelenggaraan Pemerintahan Kelurahan. Penyelenggaraan Pemerintahan Kelurahan yang bertujuan terciptanya pelayanan yang optimal kepada masyarakat dan pelaksanaan tata pemerintahan yang baik (good governance) tidak akan terlepas dari bagaimana Pemerintahan Kecamatan dapat mengkoordinir serta membina setiap Kelurahan untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan :
Pelaksanaan program pembangunan harus mampu secara objektif mengakomodir setiap kebutuhan dan aspirasi masyarakat agar dapat menghasilkan suatu proyek pembangunan yang dapat diterima oleh semua pihak. Oleh karena itu dalam setiap pengambilan keputusan harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Partisipasi aktif tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak positif bagi pelaksanaan kegiatan pembangunan. Sebaliknya apabila partisipasi masyarakat diabaikan sedangkan mobilisasi masyarakat terus dikembangkan maka akan menghambat proses pembangunan bahkan tidak jarang akan mengakibatkan kegagalan. Hal ini disebabkan karena masyarakat kurang merasa memiliki hasil – hasil pembangunan